PT Telkomsel tahun ini akan membangun 5.000 unit base transceiver station (BTS) dengan nilai investasi sekitar Rp15 triliun untuk memperkuat kualitas dan memperluas cakupan jaringannya di seluruh wilayah Indonesia. Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan dari sisi jaringan Telkomsel menambah 4.800 unit BTS yang menjadikan jumlahnya pada akhir 2007 menjadi sekitar 20.800 unit.
"Tahun ini, kami menargetkan akan menambah sekitar 5.000 unit BTS baru dengan investasi total sebesar US$1,7 miliar atau sekitar Rp15 triliun, termasuk peningkatan kualitas jaringan," ungkapnya di sela-sela Kongres Bridge Mobile, kemarin.
Telkomsel, lanjutnya, tetap berkomitmen untuk terus memperluas cakupan layanan hingga ke pelosok dengan memerhatikan keseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan masyarakat setempat. Secara umum, kata Kiskenda, kebutuhan layanan seluler di Jawa cenderung ke arah fitur dan layanan, sedangkan di luar Jawa pada pemenuhan pertumbuhan tinggi dengan pembangunan BTS baru.
Berkaitan dengan kebijakan sharing tower, Telkomsel telah menyatakan sikap mendukung kebijakan tersebut, tetapi tetap akan dilihat lebih dulu konsep dan bentuknya apakah kerja sama akan dibatasi di wilayah Jawa saja atau juga mencakup di luar Jawa. Hingga akhir tahun lalu pelanggan operator tersebut telah mencapai 47,8 juta atau bertambah 12,2 juta pelanggan baru dari catatan akhir 2006.
"Bahkan pada pertengahan Januari 2008 telah bertambah 1,1 juta pelanggan baru sehingga pelanggan Telkomsel kini mencapai sekitar 49 juta. Pada 2008 diperkirakan akan bertambah sekitar 9 juta-10 juta," lanjut Kiskenda. Dari sisi pendapatan, anak perusahaan PT Telkom Tbk itu mencatat peningkatan paling tidak 24% pada akhir tahun lalu dibandingkan dengan 2006 yang saat itu mencapai Rp29,145 triliun.
Aliansi Bridge
Sejalan dengan langkah Telkomsel menuju era baru industri seluler, 11 operator di Asia Pasifik yang tergabung dalam aliansi Bridge Mobile saling mendukung bersama-sama menuju era baru broadband services lintas negara dan bisnis digital dalam platform yang sama.
Telkomsel merupakan salah satu pendiri aliansi Bridge Mobile Alliance pada November 2004 yang beranggotakan 11 operator yaitu Bharti (India), Globe Telecom (Filipina), Maxis (Malaysia), Optus (Australia), SingTel (Singapura), Taiwan Mobile (Taiwan), AIS (Thailand), CSL (Hong Kong), CTM (Macau), dan SK Telecom (Korea Selatan).
Selain operator, aliansi Bridge juga beranggotakan mitra lain seperti Ericsson, Nokia, Nokia Siemens Networks, dan Qualcomm. Dalam kongres yang berlangsung di Jakarta pada 16-17 Januari, disepakati lahirnya beberapa inisiatif baru untuk melayani sekitar 180 juta pelanggan di 11 negara yang tergabung dalam Bridge Mobile.
Inisiatif itu di antara regional top up (isi ulang pulsa layaknya di negeri sendiri sendiri), data roaming (paket layanan data hemat flat lintas negara), Bridge Club (layanan eksklusif bagi pelanggan Bridge), seamless concierge (pusat layanan pelanggan bersama lintas negara), inkubasi bisnis termasuk laboratorium bisnis, dan kerja sama akses Internet.
Bridge juga memiliki kerja sama dengan FreeMove, yaitu aliansi mobile terkemuka Eropa yang beranggotakan Orange, TeliaSonera, Telecom Italia Group dan T-Mobile. Melalui aliansi Bridge itu lah Telkomsel akan mengembangkan layanan T-Cash hingga ke mancanegara untuk mendukung warna negara Indonesia yang ada di dalam negeri ataupun di luar negeri.
http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/teknologi-informasi/1id39424.html
"Tahun ini, kami menargetkan akan menambah sekitar 5.000 unit BTS baru dengan investasi total sebesar US$1,7 miliar atau sekitar Rp15 triliun, termasuk peningkatan kualitas jaringan," ungkapnya di sela-sela Kongres Bridge Mobile, kemarin.
Telkomsel, lanjutnya, tetap berkomitmen untuk terus memperluas cakupan layanan hingga ke pelosok dengan memerhatikan keseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan masyarakat setempat. Secara umum, kata Kiskenda, kebutuhan layanan seluler di Jawa cenderung ke arah fitur dan layanan, sedangkan di luar Jawa pada pemenuhan pertumbuhan tinggi dengan pembangunan BTS baru.
Berkaitan dengan kebijakan sharing tower, Telkomsel telah menyatakan sikap mendukung kebijakan tersebut, tetapi tetap akan dilihat lebih dulu konsep dan bentuknya apakah kerja sama akan dibatasi di wilayah Jawa saja atau juga mencakup di luar Jawa. Hingga akhir tahun lalu pelanggan operator tersebut telah mencapai 47,8 juta atau bertambah 12,2 juta pelanggan baru dari catatan akhir 2006.
"Bahkan pada pertengahan Januari 2008 telah bertambah 1,1 juta pelanggan baru sehingga pelanggan Telkomsel kini mencapai sekitar 49 juta. Pada 2008 diperkirakan akan bertambah sekitar 9 juta-10 juta," lanjut Kiskenda. Dari sisi pendapatan, anak perusahaan PT Telkom Tbk itu mencatat peningkatan paling tidak 24% pada akhir tahun lalu dibandingkan dengan 2006 yang saat itu mencapai Rp29,145 triliun.
Aliansi Bridge
Sejalan dengan langkah Telkomsel menuju era baru industri seluler, 11 operator di Asia Pasifik yang tergabung dalam aliansi Bridge Mobile saling mendukung bersama-sama menuju era baru broadband services lintas negara dan bisnis digital dalam platform yang sama.
Telkomsel merupakan salah satu pendiri aliansi Bridge Mobile Alliance pada November 2004 yang beranggotakan 11 operator yaitu Bharti (India), Globe Telecom (Filipina), Maxis (Malaysia), Optus (Australia), SingTel (Singapura), Taiwan Mobile (Taiwan), AIS (Thailand), CSL (Hong Kong), CTM (Macau), dan SK Telecom (Korea Selatan).
Selain operator, aliansi Bridge juga beranggotakan mitra lain seperti Ericsson, Nokia, Nokia Siemens Networks, dan Qualcomm. Dalam kongres yang berlangsung di Jakarta pada 16-17 Januari, disepakati lahirnya beberapa inisiatif baru untuk melayani sekitar 180 juta pelanggan di 11 negara yang tergabung dalam Bridge Mobile.
Inisiatif itu di antara regional top up (isi ulang pulsa layaknya di negeri sendiri sendiri), data roaming (paket layanan data hemat flat lintas negara), Bridge Club (layanan eksklusif bagi pelanggan Bridge), seamless concierge (pusat layanan pelanggan bersama lintas negara), inkubasi bisnis termasuk laboratorium bisnis, dan kerja sama akses Internet.
Bridge juga memiliki kerja sama dengan FreeMove, yaitu aliansi mobile terkemuka Eropa yang beranggotakan Orange, TeliaSonera, Telecom Italia Group dan T-Mobile. Melalui aliansi Bridge itu lah Telkomsel akan mengembangkan layanan T-Cash hingga ke mancanegara untuk mendukung warna negara Indonesia yang ada di dalam negeri ataupun di luar negeri.
http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/teknologi-informasi/1id39424.html


